Beri Pamahaman Yang Benar Tentang Islam, Muslim Prancis Undang NonMuslim ke Masjid


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5PrqAWb0yvoLAOGJMNrKBPUreDMuVB_x20X_6zOVgZG4-Y8Y4gGl2Vr_rM61hEiZcQj1ilnnwQRloQ6eMQnrTxuLSeM8X9AnraXCToKngOwCJjxHZsiHv4eXMTv5xR6aqL8zXOCZVYiI/s1600/muslim-prancis-kerap-mengalami-perlakuan-diskriminatif-dari-pemerintah-.jpg

DEWAN Muslim Prancis (CFCM) telah mengundang warga non-Muslim datang ke masjid, sebagai upaya memberi pemahaman tentang Islam yang lebih luas.

Pengunjung ditawarkan minuman panas, kue-kue, keliling masjid untuk melihat kaligrafi dan berdiskusi, selama  open house pada hari Sabtu (9/1/2016).

Open house ini dilakukan dalam rangka memperingati setahun penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhH0_oAIAqS1tbdLjr-B4i6VqANjExIcuMkSP9S9elPxr408tFbZCBfath3I7TxjVVT4ZNh3gmkguzX6IXQJx8TMvRiJJUTmvxntmyoGRryERxzQxFaS4o7wvzdnXMpgXD3POr-wROwOA/s320/cadar-islam-300x198.jpg

Ratusan orang ikut serta dalam acara open house, yang bertajuk “Secangkir Teh Persaudaraan” ini.
“Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang, di mana orang bisa bertemu jamaah Muslim dan sesama warga kami,” kata Presiden CFCM Anouar Kbibech kepada AFP.

Dia mengatakan CFCM ingin menggunakan setahun serangan Charlie Hebdo untuk menyoroti nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Ia ingin meluruskan bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan dan terorisme.
Prancis masih dalam keadaan darurat setelah serangan Paris November lalu, yang menewaskan 130 orang.

Sumber